Fish

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 07 Februari 2011

Pentingnya Menjaga Hati dan Iman

Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillahirabbilalamin washalatuwashalamu’alaasfrafil ambiya’iwalmursalin wa’ala ‘alihi washobbihi ajma’in.
pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kita kepada Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita dan masih memberikan rizkinya dan nikmatnya yang begitu besar dan tidak ada habis-habisnya kepada kita. dan tak lupa shalawat beserta salam kita junjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW. beserta Keluarga dan para Sahabat.
Alhamdulillah ini adalah postingan saya yang pertama yang saya kutip karena saya masih dalam tahap belajar untuk menyusun sebuah blog. Ini adalah dimana kita dapat diingatkan akan hal – hal yang mungkin kita anggap kecil tapi memiliki manfaat yang sangat besar, yaitu betapa pentingnya kita untuk menjaga hati dan iman kita dan juga orang – orang di sekitar kita. Mulai dari keluarga, tetangga, sahabat dan orang – orang yang kita sayangi.
Hati berada dalam genggaman Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dialah yang membolak balikkan hati kita. Namun kita harus senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki dan menjaganya serta berusaha agar tetap istiqamah dalam kebaikan.
Jika kita lalai atau kurang waspada dalam  menjaganya, maka bersiap siaplah untuk kejatuhan bahkan kehancuran iman kita. Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila daging tersebut baik maka baik pula seluruh (anggota) tubuh. Dan bila segumpal daging tersebut rusak maka rusak pula seluruh (anggota) tubuh. Ketahuilah … segumpal daging itu adalah hati.’ Hati adalah raja, ia akan memberikan perintah pada seluruh anggota tubuh kita.
Beberapa hari ini hatiku terasa begitu kosong, kesibukan dan masalah kantor membuatku lelah dan kurang bergairah, semangatku yang begitu menggebu hilang sirna begitu saja, padahal baru beberapa hari yang lalu aku merasakan dan menjalani hari hari yang penuh dengan kesabaran, keyakinan dan kesyukuran. Hari hari yang ku lalui sebelumnya terasa begitu indah dan berarti, walau terkadang bermacam masalah datang silih berganti. Satu persatu masalah tersebut dapat kuselesaikan dengan tenang dan sabar, dengan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu ada untuk kita. Terkadang jika cobaan hidup datang aku berusaha mengingatkan diriku bahwa Allah sedang menguji sejauh mana rasa syukur dan kecintaanku pada-Nya.
Tapi sekarang amat berbeda sekali, aku begitu lemah, kenapa aku merasa susah untuk mengatasi masalah ini. Sudah beberapa hari aku dihinggapi perasaan malas, kurang semangat bahkan merasakan kekosongan didalam hati.  Aku merasa tidak nyaman dengan kondisi hati yang kosong dan galau seperti ini. Aku harus cepat cepat bertindak, berusaha sekuat tenaga untuk memperbaikinya…dan harus mencari penyebabnya. Jika tidak berarti aku telah mejerumuskan diriku sendiri pada jurang kehancuran, atau syaitan akan mengambil kesempatan ini. Naudzubillah… Aku tidak mau memberikan celah dan kesempatan pada syaitan untuk mengendalikan diriku sehingga menjauhkan aku dari Allah yang menciptakan dan menyayangi diriku…
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”  (Surah al-Fatir, ayat 6)
“Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.
(  Surat Az-Zukhruf, ayat 62)
Aku mencoba mencari penyebab masalah yang timbul tersebut, dalam keheningan dan kesendirian aku merenung melakukan koreksi pada diriku. Memoriku mulai mencari apa saja perbuatan baik/amalan yang disenangi Allah yang telah kulakukan dan apa saja kewajiban dan amalan sunah yang sudah aku tinggalkan… Dan yang lebih penting lagi apa saja larangan/ perbuatan yang tidak disenangi Allah yang telah aku lakukan.
Dari pengamatan dan renunganku tersebut, kudapati bahwa kesibukanku pada pekerjaan telah melalaikanku, waktu terkuras oleh pekerjaanku  yang sipatnya dunia. Aku telah lalai dalam menjalankan kewajibanku sebagai seorang hamba. Rasa malas telah menyerang, aku tidak menjaga keistiqamahanku dalam menambah ilmu agamaku, baik itu dengan membaca, mendengarkan ceramah ataupun diskusi diskusi agama, apalagi bergaul dengan orang sholeh. Kealpaanku beberapa hari ini dalam mengunjungi MP, juga salah satu factor penyebab lemahnya imanku, banyak sekali suguhan yang dapat mencerahkan hati disana, MP is the best… ^_^. Ternyata urusan dunia yang sedikit itu saja bisa merusak hati/iman, melalaikan waktu, pikiran dan hati kita pada Sang Pencipta kita sendiri. Kita sering tertipu dengan nafsu sendiri, terlalu sibuk mengejar dunia hingga mencapai puncak kenikmatan. Kecintaan akan harta, jabatan, anak anak dan lawan jenis sering membutakan kita, hingga akhirnya kitapun diperbudak olehnya. Astaugfirullah…
Abdullah bin Mas’ud berkata,”Bagi semua orang didunia ini adalah tamu, dan harta itu adalah pinjaman. Setiap tamu pasti akan pergi lagi dan setiap pinjaman pasti harus dikembalikan.”
Allah berfirman : “Dan ketahuilah bahwa harta benda kamu dan anak pinak kamu itu adalah ujian kepada kamu.” (Surah al-Anfal, ayat 28)
Terkadang masa halangan bagi kaum wanita juga bisa menyebabkan jatuhnya iman kita, jika kita tidak mengimbanginya dengan amalan amalan kebaikan, seperti Zikrillah, amar ma’ruf nahi mungkar dan berbagai amal jariah lainnya. Jangan biarkan masa yang kita dibebaskan dari sholat, puasa, membaca Al-qur’an tersebut menyebabkan kita benar benar meninggalkan semua amalan sunnah, sehingga begitu susah dan berat untuk memulai ibadah kita lagi.
Saudara saudariku…
Berapa pentingnya kita menjaga dan mengendalikan hati/iman kita agar selalu istiqamah… Mari kita sentiasa berusaha memperbaiki diri dengan mendalami ilmu agama serta meningkatkan keimanan melalui amalan-amalan sunat.
Saudara saudariku yang insyaallah dirahmati Allah
Mari kita saling mengingatkan bahwa hidup ini adalah untuk mati kita, agar kita bisa selamat di dunia dan di akhirat nanti,amin
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (QS Al Bayyina, ayat 5)
Ya Allah bimbinglah kami menjadi hambamu yang taat dalam menjalankan semua perintah-Mu dan meninggalkan semua larangan-Mu dan selamatkanlah kami berserta kelurga kami dari siksa api neraka. amin
Wallahu’alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar